Peran guru dalam memfasilitasi permainan dalam pembelajaran sangat vital dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Menurut Dr. Sugiyono dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, permainan dalam pembelajaran dapat membantu siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. “Permainan dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan lebih antusias, karena mereka dapat belajar sambil bermain,” ujarnya.
Guru perlu memahami peran mereka dalam memfasilitasi permainan dalam pembelajaran. Mereka harus mampu merancang permainan yang sesuai dengan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, guru juga perlu memastikan bahwa permainan yang diberikan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Menurut John Dewey, seorang filsuf pendidikan ternama, “Belajar bukanlah menerima informasi, tetapi aktif terlibat dalam proses pembelajaran.” Oleh karena itu, peran guru dalam memfasilitasi permainan dalam pembelajaran sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
Selain itu, menurut Prof. Anis Bajrektarevic, seorang ahli pendidikan dari Universitas Indonesia, “Permainan dalam pembelajaran dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan kreativitas.” Oleh karena itu, guru harus mampu memanfaatkan permainan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam memfasilitasi permainan dalam pembelajaran sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Guru harus mampu merancang permainan yang sesuai dengan materi pelajaran dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, sehingga proses belajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.